Tampilkan postingan dengan label ampuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ampuh. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Februari 2014

Cara Ampuh Mengatasi Ejakulasi Dini

blog-apa-aja.blogspot.com 
 
Fakta membuktikan sebagian pria tidak dapat memuaskan pasangannya saat bercinta. Pria yang seperti ini biasanya sudah selesai permainannya alias mengalami ejakulasi yang terlalu cepat sementara pasanganya belum mencapai apa-apa. Bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini ini?

Hingga kini belum ada obat yang terbukti efektif dalam mengobati ejakulasi dini. Tapi ada beberapa trik atau teknik tertentu yang cukup efisien dalam menunda ejakulasi. Empat hal berikut bisa anda lakukan untuk Anda yang kesulitan menunda ejakulasi. Dengan empat teknik berikut anda bisa memperpanjang permainan seks anda dan bisa memuaskan pasangan anda.
 
1. Variasiakan Pola Gerakan
Saat melakukan penetrasi di vagina pasangan anda jangan melakukan gerakan yang monoton, lakukan variasi gerakan antara tusukan dalam dan tusukan dangkal. Secara berkala anda sebaiknya menghentikan gerakan sama sekali saat penis masih di liang vagina sementara anda bisa tetap melakukan kegiatan seks yang lain seperti mencumbui bibir atau payudaranya. Gerakan yang bervariasi seperti ini selain bisa menunda ejakulasi, juga bisa membuat pasangan anda akan terangsang biasanya karena ia akan berpikir dan menebak-nebak apa yang akan anda lakukan selanjutnya kepadanya.
 
2. Kencangkan Otot Pubokoksigeus Anda
Teknik ini memerlukan otot Pubokoksigeus yang kuat. Otot ini, terletak di bagian bawah penis dekat anus, bisa dilatih dengan metode kegel. Jika anda merasa akan mendekati ejakulasi berhentilah melakukan gerakan penetrasi. Tarik penis anda kira-kira satu inci tapi jangan semuanya. Kencangkan otot yang dimaksud dan tahan selama 10 detik, laku kembalikan gerakan dengan tusukan dangkal.
 
3. Tekanan pada Perineum
Teknik ini sederhana dan telah dipraktekkan selama ribuan tahun di China. Sebelum terjadi ejakulasi, gunakan tga telapak jari anda untuk memberikan tekanan pada Perineum, yaitu daerah akan mengalirnya mani anda antara skortum dan anus. Lakukan latihan ini saat masturbasi atau onani karena untuk menemukan tempat yang tepat agak sulit.
 
4. Mengubah-ubah Stimuli
Jika anda sangat terangsang tapi tidak diambang ejakulasi, berhentilah melakukan gerakan dan berhubungan seks dengan pasangan secara manual atau oral. Dengan mengubah-ubah stimuli anda dapat mengatur kapan saat yang tepat untuk ejakulasi.

Dengan menggunakan empat trik di atas anda akan bisa mengatasi dan mengendalikan ejakulasi dini anda sehingga bisa berhubungan intim lebih lama dan lebih memuaskan dengan pasangan anda.
 
sumber
ReadFull Article ..

Rabu, 20 November 2013

Rasa Lapar Ampuh Perangi Kemunduran Kognitif

Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan.Istilah ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir. Karya Plato dan Aristotle telah memuat topik tentang kognisi karena salah satu tujuan tujuan filsafat adalah memahami segala gejala alam melalui pemahaman dari manusia itu sendiri.

Seiring bertambahnya usia manusia, maka kemampuan kognitif akan semakin menurun, sehingga timbul istilah "pikun" untuk mereka yang sudah mulai mengalami penurunan dalam kemampuan kognitifnya.Tetapi baru-baru ini Science Daily melansir temuan bahwa ternyata rasa lapar mampu menghambat kemunduran kemampuan kognitif manusia.

Orang yang kerap mengalami kelaparan saat masih kanak-kanak, ternyata mengalami kemunduran kognitif lebih lambat dibanding mereka yang selalu mendapat cukup asupan makanan.Itulah hasil yang sama sekali tidak diduga oleh para peneliti dari Rush University Medical Center di Chicago, Amerika Serikat.

"Temuan ini tidak diperkirakan karena penelitian sebelumnya menunjukkan anak-anak yang mengalami kesengsaraan, berpeluang mengalami berbagai gangguan kesehatan dan fungsi kognitif lebih rendah saat dewasa," ungkap Lisa Barnes salah seorang peneliti.

Dalam penelitian itu, timnya melibatkan 6.158 orang yang rata-rata berusia 75 tahun. Barnes mengaku timnya tidak yakin mengapa kelaparan pada anak-anak bisa melindungi seseorang dari penurunan kemampuan kognitif.

Namun, kemungkinan hal itu disebabkan oleh terbatasnya kalori yang membuat perubahan tubuh oleh usia, jadi tertunda. Penjelasan lainnya adalah terjadinya efek bertahan hidup yang selektif. (MI)

ReadFull Article ..